Dulu di tahun 80-an, saya masih sering dengar Mars ini dinyanyikan oleh ibu-ibu berseragam hijau (?) di kampung saya. Tapi sejak tahun 90-an sampai sekarang, kok saya makin jarang mendengar ketika ngikut pertemuan PKK?
Apa mungkin waktu awal 90an saya sudah pindah ke komplek perumahan dan saya makin gede dan ga pernah lagi ikut ibu ke pertemuan PKK? :D
Tapi ketika saya menikah dan saya mulai 'menggantikan' ibu saya ke pertemuan, saya pun tidak pernah mendengar apalagi diajak menyanyikan Mars PKK di awal pertemuan :p Saya pikir, memang sudah tidak ada lagi ritual menyanyikan Mars ini.
Tapi ternyata saya salah! Kemarin saya menghadiri pertemuan PKK di tempat tinggal saya yang baru (lagi), eeeh... dinyanyiin lhooo Mars PKKnya :D Otomatis saya cuma bengong aja karena selama 5 tahun ngikut pertemuan PKK, baru kali ini saya diajak menyanyi, wkwkwk...
Jadilah, sepulang dari pertemuan, langsung bertekad untuk browsing lirik Mars PKK, ini dia:
Marilah hai semua Rakyat Indonesia membangun segra
Membangun kluarga yang sejahtera dengan P K K
Hayatilah dan amalkan Pancasila untuk Negara
Hidup gotong royong, makmur pangan dan sandang rumah sehat sentosa
Tata laksana di dalam rumah tangga rapi dan indah
Didiklah putra berpribadi bangsa trampil dan sehat
Kembangkan koprasi jagalah lingkungan dan sekitarnya
Aman dan bahagia kluarga berencana
Hidup jaya P K K
Oya, masih ada yang tau gak kalo PKK itu singkatan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga :D
Sebelumnya ijinkan saya tertawa lebih dulu, wkwkwkwk...!
Setelah dua kali gagal datang ke Indonesia, akhirnya kemarin (9/11) jadi juga Obama datang. Meskipun enggak sampai 24 jam, ngeliat persiapannya di tipi, wow! sampe bawa mobil khusus sendiri, hehehe... Banyak juga yang membicarakan, bahkan stasiun televisi bikin Breaking News, gantian sama Merapi.
Saya enggak nyangka, salah satu yang ikut membicarakan kedatangan Obama kali ini adalah bu Heru, penjual nasi uduk dan ketupat sayur di komplek perumahan saya. Saya enggak kenal dekat sih sama bu Heru ini, dan pembicaraan yang saya dengar cuma sekilas tapi jelas karena saya waktu itu melintas di depan warungnya sepulang Pijar sekolah :D
Di situ ada sekitar 3-4 orang ibu-ibu yang berkumpul, dan bu Heru ini dengan lantangnya bicara, "...iya, waktu itu di Menteng! Saya pernah diboncengin sepeda, sampe jatuh malah! hahaha... Dulu dipanggilnya Barry, bukan Obama..!"
Hah? Beneran nih, bu Heru teman SD Obama di Menteng? Trus, dilanjut lagi pembicaraan itu. "Kecilannya Barry itu dulu, kayak..., kayak si Denny. Mirip..mirip banget, hahaha...!"
Hah? Mana ya, yang namanya Denny? Saya sempat celingak-celinguk, sayangnya sosok anak kecil mirip Obama kecil enggak saya temukan di sekitar situ :p
Waduh, kalo Obama tau teman SDnya dulu ada yg jualan nasi uduk dan ketupat sayur, mungkin makanan favoritnya nambah, enggak cuma sate dan bakso :D
Sebagai warga baru, saya berusaha untuk bisa membaur dengan lingkungan :D Alhamdulillah, karena saya bekerja dirumah, jadi saya lumayan bisa datang ketika ada berbagai undangan yang diselenggarakan oleh PKK atau Majelis Taklim RT, hehehe...
Ceritanya, Minggu siang kemarin, saya menghadiri undangan Upacara Potong Rambut untuk cucu salah satu tetangga. Acaranya diisi dengan pengajian.
Seingat saya, setiap kali saya menghadiri acara pengajian, belum pernah saya merasa tersentuh dengan tausiyah ustadz/ustadzah yang mengisi acara, xixixi... Apalagi sampai meneteskan air mata, ruaarr biasaa..!
Isi tausiyahnya sederhana saja, kita diingatkan untuk memberi contoh yang baik untuk anak, karena apa yang dilakukan anak adalah cerminan dari diri kita sendiri. Selalu berbuat baik kepada orang tua, terutama ibu, karena perlakuan kita pada orang tua kita sekarang, bisa jadi akan ditiru oleh anak2 kita...
Sederhana. Tapi cara penyampaiannya yang bagus banget, enggak pake acara marah2 :p Sukses membuat saya flashback, mengingat apa yang sudah saya lakukan kepada ibu saya dan mencoba mengingat apa perilaku anak saya yang buruk yang dulu (mungkin) pernah saya lakukan juga pada ibu saya.
Tak terasa air mata saya menetes. Buru-buru saya hapus pake tissue, malu. Tapi ketika saya melihat ibu2 yang lain, subhanallah..., mereka juga menangis! Saya biarkan saja air mata ini menetes sampai tausiyah itu ditutup dengan doa.
Baru kali ini, saya menangis saat menghadiri taklim. Dan saya lebih terharu, ketika Pijar, sebelum tidur mengucapkan, "aku sayang sama ibu.." Alhamdulillah... :)
Beberapa menjawab sebulan sekali, 3 bulan sekali, atau 2 bulan sekali. Bahkan ada yg menjawab, enggak tau yg penting ganti ketika warna sikat gigi sudah memudar atau ketika sudah rusak dan tidak biss dipake lagi..., xixixi...!
Menurut dokter dan info di kemasan pasta gigi dianjurkan ganti 3 bulan sekali ganti sikat gigi. Hmm...yang saya tau sih, emang maksimal 3 bulan sekali dan saya mengikutinya :D
Tapi setelah saya browsing, ternyata sikat gigi ketika sdh 3 minggu dipake, kemungkinan ada jutaan bakteri dan kuman yg bisa menyebabkan penyakit! Kuman yang berkembang itu jumlahnya sembilan kali lipat lebih banyak daripada kain lap! Whaaatzz! Jadi setiap kali menyikat gigi seperti sedang minum air perasan kain lap, hiiii....!
Soo..., sarannya kalau setiap hari sikat gigi lebih dari 3 kali, gantilah sikat gigi sebulan sekali dan setelah sikat gigi, bagian bulu sikat harus diletakkan ke atas, jangan dicelupkan dalam gelas kumur :D
Ketika anak masih bayi dan balita, salah satu kebutuhan yang harus selalu terpenuhi adalah susu. Ada banyak alasan kenapa para orang tua memilih susu merk A, B, atau C. Diantaranya, kecocokan, harga, merk, dan hadiah! Hehehe...
Kalau saya, eehhhmmm...., jujur nih, qeqeqeq... saya lebih memilih susu yang harganya terjangkau, wkwkwk. Tapi ini ada alasannya lhoo... Saya pernah ngobrol dengan dokter, katanya, kalau anak tidak ada alergi, dan dia cocok atau tidak ada keluhan dengan susu yang kita berikan, gak peduli harganya mahal atau murah, semua susu baik buat anak.
Nah lhooo...., alhamdulillah si Pijar cocok-cocok aja dengan susu pilihan emaknya, qeqeqeq... Cuma saya kemarin sempat denger obrolan ibu-ibu yang pilihan susunya agak nggak masuk akal. Mereka lebih memilih yang banyak memberikan hadiah. Mereka rela ganti merk susu demi mendapatkan lebih banyak hadiah... :p
Ini percakapan saya sama Pijar di suatu sore dan sukses membuat saya terpingkal-pingkal :D
Sore itu, setelah saya memandikan Pijar, saya pakaikan kaos dan celana pendeknya. Ketika saya memakaikan celana, saya baru sadar kalau celananya sudah kekecilan.
Ibu: Wah, sudah kekecilan nih..!
Pijar: nggak pa pa, bu...
Ibu: nggak sesak, ta? nyaman, enggak?
Pijar: enak..! gini aja..! kayak Changcuters..!
Ibu: !?!?!? wkwkwkwk...!
Ini kegiatan saya setiap sore. Karena saya baru saja menempati kontrakan baru di lingkungan yang baru juga, saya butuh tahu gimana sih orang-orangnya? :D
Hmm..., setelah beberapa hari, saya baru tau kalo ibu-ibu di komplek saya tinggal suka banget ngumpul untuk sekedar ngobrol ngalor-ngidul, hehehe...
Aktifitas itu banyak dilakukan pada pagi hari dan sore hari sebelum sang suami pulang. Meskipun cuma ibu rumah tangga, bawaannya bo'..., blackberry! Atau minimal E63 laah..., xixixi...
Weleeeh..., nggak cuma itu, hpnya kereeen tapinya lagi, mereka masih suka petan (mencari kutu di kepala)! wkwkwkwk... Udah gitu, masih ada yang keluar rumah cuma pake daster tanpa bra sambil bilang, "eeeh..., jadi gaak besok kita senam? lu janji nraktir ke Solaria kaan?" :p
Sekarang ini berjilbab sudah menjadi gaya busana. Ke rumah tetangga enggak pake jilbab, pas ada kondangan baru deh dipakai.
Tulisan ini enggak nge-judge baik-buruk atau bener-salah. Tulisan ini cuma mencermati aja gaya busana muslim sudah mulai banyak diterima oleh masyarakat luas. Enggak heran juga karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.
Bahkan, beberapa waktu yang lalu Indonesia telah dicanangkan sebagai Kiblat Muslim Fashion Dunia Tahun 2020.
Minggu lalu saya bertemu dengan Ludfy Baria, teman saya waktu masih kerja di Radio Kosmonita. Saya biasa memanggilnya dengan LB, singkatan namanya :p
Beberapa teman yang lain memanggilnya dengan Orsa, singkatan dari orang-orangan sawah :D Mungkin disamakan juga dengan posturnya yang tinggi dan kurus.
LB adalah survivor dari kanker payudara udah lama, pita suaranya udah tinggal satu, dan sekarang kena kanker selaput paru-paru.
Kalau anda mengira LB akan lemas, tiduran aja di kamar, tidak berdaya, dan menutup diri. Hohoho...anda salah besar!
Dengan penyakitnya itu, LB masih kemana-mana nyetir mobil sendiri, bepergian kemana-mana sendiri (dia baru saja pulang dari Aceh!), melakukan aktifitas sosial, bisnis, dan segudang tanggungjawab pekerjaan lain :D
Nafsu makannya juga enggak berubah! Meskipun harus menghindari beberapa jenis makanan, tetap saja lahap dan banyak, hehehe...
Melihat itu, saya 'malu' untuk bersedih untuknya. Karena LB begitu semangat menjalani 'sisa' hidupnya dan 'seolah-olah' tidak ada satu pun penyakit di tubuhnya :(
Suerrr! Untuk orang yang tidak pernah ketemu LB, mereka pasti tidak akan pernah mengira kalau LB sedang sakit. Bahkan orang2 yang sering bekerjasama dengannya sering heran dan bertanya tidak percaya, "bukannya kamu lagi sakit?" :D
Buat saya pribadi, sangat menyenangkan bertemu dengan teman2 lama dan saling berbagi aura positif dan selalu punya visi... :)
LB = Luar Biasa.
Photo by Wisnuadjie Photography*) diambil saat ultah Radio Kosmonita ke...(lupa!)
Beberapa waktu yang lalu sempat hang out bareng Mbak Anieta Yu dan Erika ke Pizza H**. Biasa..., girl's night out sambil ngobrolin bisnis :D Seru! Ketawa-tawa, cekikikan, bisik-bisik, poto-poto, disambi makan pizza.
Nah, di meja seberang nih, ada rombongan keluarga besar yang baru datang. Sampai nyambung kira2 empat meja gitu... Salah satu keluarga yang datang, sang istri, weleeeh... mukanya gak enak dilihat!
Bukan jelek.., bukaaaan... Tapi gak ada senyum sama sekali di wajahnya. Padahal nih, sang suami, cakep abiiisss... huee..he..he..he..Kontan aja, jadi bahan pembicaraan kita bertiga! Kira-kira kenapa ya? kok cemberut terus? Ehhhmmm, mungkin gak nyaman, mungkin lagi marahan sama suaminya, sampai... mungkin tadi pas ML belum sempat orgasme... :p Photo: www.flickr.com
Luasnya tidak lebih dari 1.5 x 2 m. Tidak ada bathtub. Tidak ada shower. Cuma ada bak mandi ukuran 60x60 cm lengkap dengan gayung warna biru. Kloset duduk tanpa penyiram otomatis.
Dindingnya dominan warna hijau dan di salah satu sisinya terdapat cermin panjang yang dipasang horisontal. Sementara sisi yang lain ada tempat toilettries, mulai sabun, shampoo, pasta gigi, dan sikatnya.
Itu gambaran sekilas tentang toilet di rumah saya.
Ups! ada yang kurang..., di dalam kamar mandi yang sederhana itu, tepatnya dibalik pintu, ada gantungan baju/handuk yang bagian atasnya teronggok buku-buku. Macam-macam. Ada buku parenting, buku motivasi, chicklit yang udah belasan kali dibaca, dan katalog Oriflame terbaru :p Jumlahnya masing-masing 1.
Bukan karena kurang tempat untuk menyimpan, tapi memang ditaruh situ untuk menemaniku saat BAB, hahaha... Yup! Rasanya kurang pas gitu, kalo BAB tanpa ngapa-ngapain cuma konsentrasi dan ngelamun aja, gak seru! :D
Sekarang, giliran ngelamunnya..., ntar kalo udah beli rumah, tolietnya kudu yang keren! Luas, mungkin 4x4 m. Ada bathtub bentuk seperempat lingkaran, ada showernya, kloset duduk dengan penyiram air otomatis, cermin yang gede banget, ada wastafel, tempat menyimpan handuk, dan... rak buku!
Oya, itu bukan foto toilet saya :p
Photo: http://www.flickr.com/
Beberapa waktu yang lalu, kakak ipar saya tanya, "Dik, rencananya sampai kapan Pijar minum susu dari botol?" Dzzziiinggg!!! Langsung mikir..., iya ya, Pijar dah hampir 3 tahun dan dia udah minta sekolah, masak ya masih minum dari botol???Besoknya saya langsung pasang status di FB, "ada ide untuk melepaskan anak dari ketergantungan minum dari botol?" Wuuaaah..., jawabannya macem2 tuuuh...!
Ada yang dotnya suruh ngolesin sambal, saos, dilubangin yang gede, bahkan ada yang nyuruh salah satu botol dibiarin gak dicuci sampe kotor dan anak jijik untuk pake botolnya. Oya, ada juga yang comment speechless karena anaknya sampe SD masih minum dari botol, xixixixi...
Jujur, aku enggak sreg dengan metode itu :D (maaf temans, piss). Akhirnya dengan menguatkan hati, ketika Pijar minta susu, saya buatkan dalam gelas. Bisa ditebak, Pijar ngamuk! Menangis meraung-raung.
Saya coba jelaskan kalau dirinya sudah gede dan hampir sekolah, makanya minumnya pake gelas aja. Trus saya taruh aja gelasnya di meja sambil menenangkan dia dan tetap membujuknya untuk minum.
Lama-lama karena haus, dia mau minum. Enggak habis! Ya udah, saya bikinkan sedikit2 (60ml) asalkan dia mau minum dari gelas.
Malamnya menjelang tidur, dia minta minum dari botol. Saya bilang, ibu nggak mau bikin susu kalau minumnya pake botol. Nangis lagi. Mogok gak mau minum susu.
Esok paginya, langsung saya sodorkan susu dalam gelas ketika dia baru bangun tidur. Masih menolak. Saya bujuk untuk pake sedotan atau disuapin pake sendok, dia masih menolak. Huuuaaaah...! Dah hampir nyerah niiih..! :(
Tapi karena tekad sudah bulat, saya yakin aja kalo nggak lama lagi Pijar pasti mau minum susu dari gelas. Lama-lama dia mau minum kalau disuapin pake sendok. Ya sudahlah...asal gak pake botol.
Setiap selesai minum, saya pasti peluk dia dan kasih pujian trus tanya, "Rasanya sama enggak dengan susu yang biasanya Pijar minum di botol?" Dia jawab, sama :D
Alhamdulillah, kondisi itu cuma berlangsung seminggu! Selanjutnya Pijar minta sendiri minum susu pake gelas... Yippie!Photo: WorldNews
Salah satu enaknya naik kendaraan umum adalah ketemu dengan beragam orang :p Beberapa waktu yang lalu, saya naik angkot bersamaan dengan anak-anak SMA.
Hhhmm..., penasaran! Pingin tau apa sih yang diobrolin? Sama nggak ya dengan jaman saya dulu, hehehe....
Ups! Ternyata yang diobrolin adalah nyontek saat ulangan. Olala..., ada berbagai macam metode!
Ada yang nekat membuka buku di bawah meja, trus ada yang menyalin jawaban di kertas kecil, sampai menuliskan materi di bangku.
Wooaaah...!!! Kayaknya kok masih sama aja ya antara anak SMA dulu dan sekarang cara ngerpeknya? Cuma satu metode yang agak susah sekarang untuk dilakukan, nulis jawaban di balik rok alias di paha.
Qeqeqeq..., gimana bisa? Wong sekarang kebanyakan seragam anak-anak SMA yang cewek panjang-panjang. Beda dengan angkatan 80-90an yang roknya pendek :p
Photo: www.vaniercollege.qc.ca
Sore hari tadi bersama Pijar sedang nonton Idola Cilik. Pas ada tayangan seorang anak bernama Yulia yang terkena kanker ovarium.
Ceritanya, Yulia ingin sekali ikut Idola Cilik, tapi karena sakitnya, keinginan itu tidak sempat terwujud. Mengharukan sekali.
Tidak terasa, air mata saya meleleh. Pijar yang ikut melihat tayangan itu tiba-tiba menoleh ke arah saya. Dia tertegun dan berkata, "Ibu, apa?". "Terharu..." kata saya. "Sedih? nangis?" tanya Pijar.
Kemudian dia berdiri mengambil tisu untuk mengusap air mata saya. "Ibu, Pijar peluk ya?" katanya sambil memeluk saya dan menepuk-nepuk punggung saya dengan tangan kecilnya. "Sudah.." lanjutnya sambil mengusap lagi air mata saya, tapi kali ini dengan tangannya. Ooohh... :)Photo: www.flickr.com
Hhhmmm..., sepertinya sama dengan tahun-tahun yang lalu. Tidak ada yang spesial di hari ini, bagi saya.
Oooh, saya ralat! Pernah di tahun pertama pernikahan, saya dikasih kado tape recorder sama suami di hari valentine ;) Seneng banget! Tapi kok tetep aja bukan karena harinya saya senang, tapi karena hadiahnya, hahaha...
Tahun ini pun, saya juga merasa biaaasaaaa banget! Nothing special! Pagi berlalu seperti hari-hari biasa. Siang, pergi bersama Pijar sampe sore.
Ceritanya, ketemuan sama teman2 dbc ngobrolin bisnis Oriflame online sambil nemenin Pijar main, hehehe... Pulang ke rumah, bersama Pijar lagi, bermain lagi, sampai dia tidur.
Tapi ternyata ada yang beda ketika Pijar sudah tidur. Melihatnya tidur, rasanya seneng banget! Hingga tak terasa, hati ini berkata, 'Thank God, You gave me Pijar...' I do love him..., happy valentine Pijar!Photo: www.flickr.com