16 Apr 2013

Pijar ke dokter gigi (bagian 2)

Dari cerita sebelumnya, di gusi Pijar muncul fistula yang berisi nanah karena giginya yang berlubang. Setelah 3 kali dibawa ke dokter gigi anak di RS Premier Bintaro untuk perawatan dan terakhir ditambal, benjolan itu menghilang.

Dokter gigi bilang, kontrol 6 bulan lagi atau jika ada keluhan. Senanglah hati ini, kalau dihitung bulannya, kontrol lagi bulan Juni 2013.

Di bulan Februari 2013, benjolan itu muncul lagi :( Aduuh..., masih belum hilang trauma membawa Pijar ke dokter gigi, sekarang harus balik lagi. Apalagi satu kali perawatan harus merogoh kocek 500rb-1jt x_x

Dengan pertimbangan biaya dan jarak, kami akhirnya memutuskan pindah RS dan otomatis ganti dokter gigi. Pijar akhirnya dibawa ke RS Sari Asih Ciledug. Saat reservasi, RS Sari Asih memberi info bahwa dokter gigi di sini selain menangani dewasa juga bisa anak-anak.

Memang biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah, cuma sekitar 200rb-an saja :) Tapi dokter gigi ini (kebetulan dapatnya SpBM) langsung menyarankan untuk foto panoramik atau foto gigi. Alasannya, ada kelainan dengan anatomi giginya.

Baiklah, kita ke radiologi untuk foto gigi. Hasilnya dikembalikan lagi ke dokter SpBM (Spesialis Bedah Mulut) ini. Dokter menyarankan untuk menyabut gigi Pijar yang berlubang dan mengambil fistula/benjolan itu.

Karena Pijar masih anak-anak, dokter tidak berani untuk bius lokal. Jadi disarankan untuk operasi. Sebelum operasi, minta rekomendasi dulu ke dokter anak untuk cek up apakah Pijar cukup sehat jika dilakukan pembiusan total.

Ke dokter anak, minta rekomendasi, langsung diminta untuk cek darah lengkap. Duuh, sebagai ibu, jujur saya enggak tega ngeliat Pijar dioper kesana kemari, apalagi ini pertama kali Pijar harus tes darah.

Balik lagi ke dokter anak. Setelah dilihat hasil tes darah dan hasilnya baik, maka harus balik lagi ke dokter SpBM. Dokter gigi langsung menjadwalkan operasi minggu depan. Pijar diminta foto thorax (paru-paru) untuk memastikan bahwa paru-parunya bagus karena bius akan dimasukkan lewat saluran pernafasan.

Segeralah kami mencari informasi ke bagian rawat inap untuk biaya operasi, kamar, dan dokter. Total yang harus kami keluarkan untuk biaya operasi pencabutan gigi Pijar adalah 10 juta!

OMG! Saya dan suami kayaknya harus berunding lagi. Bukan masalah biaya saja tapi juga risiko yang harus dihadapi Pijar.

15 Apr 2013

Pijar ke dokter gigi (bagian 1)

Enam bulan yang lalu, saya menemukan benjolan di gusi atas Pijar. Dia tidak mengeluhkan sakit, tapi kalau saya lihat mengganggu sekali.

Sebelum membawanya ke dokter, saya coba googling dulu. Ternyata benjolan itu adalah fistula (jaringan) berisi nanah yang diakibatkan bakteri yang masuk dari gigi Pijar yang lubang.

Memang gigi Pijar di bagian depan, sejak tumbuh sudah bertumpuk. Mungkin saya kurang bersih untuk menjaga kebersihan giginya, sehingga gigi itu tergerus karena susu dan akhirnya berlubang.

Awalnya saya bawa ke dokter gigi di Puskesmas dekat rumah. Diberi antibiotik, tapi sampai 3 hari dan obatnya habis, benjolannya tidak mengempis. Kontrol malah dibilang kalau benjolan itu adalah mukokel dan harus operasi bedah mulut x_x.

Saya bawa ke dokter gigi spesialis bedah mulut di RS Eka Hospital Serpong. Alhamdulillah, karena ternyata itu bukan mukokel dan tidak perlu operasi.

Mukokel adalah sejenis kista yang munculnya di bagian bibir bawah atau lebih spesifiknya di kelenjar liurnya. Sementara benjolan Pijar ada di gusi dan muncul karena giginya yang berlubang.

Pijar disarankan untuk ke dokter gigi anak dan menurut SpBM (spesialis bedah mulut) tersebut, perawatannya tidak bisa sekali dua kali, tapi bisa berkali-kali. Treatmentnya adalah dengan memasukkan obat ke dalam gigi yang berlubang. Jika giginya sudah baik, maka diharapkan benjolan itu akan kempis sendiri.

Akhirnya dengan pertimbangan jarak, Pijar saya bawa ke dokter gigi anak di RS Premier Bintaro.

Setelah diperiksa, memang benar apa yang dibilang SpBM :) Treatment-nya pun persis sama seperti yang dijelaskan.

Setelah 3 kali datang ke dokter gigi anak, benjolan itu mengempis. Tapi, cerita ini tidak berhenti sampai di sini :D