Tampilkan postingan dengan label Cerita Novie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Novie. Tampilkan semua postingan

15 Sep 2021

Speak Up


 

Sependek yang saya ingat, almarhum bapak adalah orang yang vokal.

Beliau adalah guru dan terakhir sebelum pensiun menjabat Kepala Dinas Pendidikan di sebuah kecamatan di Surabaya. Bapak tidak segan-segan untuk menolak kebijakan atasannya jika itu tidak memihak pada guru, anak didik, dan orang tuanya. Pernah juga dapat cerita, bapak walk out dalam sebuah rapat. Sendirian.

Kebiasaan speak up itu juga diajarkan ke anaknya sejak dini. Pernah waktu saya kelas 4 SD diberi uang untuk bayar SPP trus saya "keceplosan" kalau sebulan ini ga ada ekskul menari yang saya ikuti karena gurunya ga masuk.

Bapak langsung bilang, kalau gitu ga usah bayar ekskul, bilang ke gurumu karena ga ada ekskul. Sebagai anak, deg-degan dong disuruh bilang gitu ke guru.... Tapi ga ada opsi menolak bapak, hahaha... 😂

Pas sudah bayar SPP dan menolak bayar uang ekskul, guru saya cuma senyum. Tapiii besoknya saya diinterogasi sama 2 guru lain dan ditanya-tanya kenapa menolak bayar ekskul... Ya saya jawab sesuai dengan yang diajarkan bapak lah. 😁

Ajaibnya, minggu depan akhirnya ada guru pengganti ekskul menari dan tentu saja setelah itu bapak juga menunaikan kewajiban dengan membayar ekskul. 😊

Masih ada banyak juga peristiwa lain yang membuat saya deg-degan karena diminta bertanya tentang hal yang mengganjal selama saya sekolah.

Ternyata sedikit banyak hal-hal seperti ini mempengaruhi saya (in a good way). Saya terbiasa bicara jika ada yang mengganjal di hati. Saya terbiasa mempertanyakan apa saja jika ada yang aneh, hehehe

Dari bapak saya belajar, bahwa berbeda pandangan itu gapapa..
Bahwa berani menyuarakan hal yang kamu anggap benar itu prinsip..
Bahwa kamu harus siap menerima konsekuensi jika banyak yang tidak setuju denganmu.

Jangan takut speak up hanya karena kamu ingin diterima di sebuah lingkaran pertemanan/organisasi/profesi...

Alfatiha 🤲🏻🥰

21 Agu 2021

Kopi Pahit

 
 
Dulu, duluu banget, saat masih aktif bekerja di luar rumah, saya bukan peminum kopi. Minum kopi justru dimulai saat di rumah. Pilihannya pun jatuh pada kopi instan sasetan, hahaha...

Lama-lama ketika tahu fakta bahwa kopi instan saset itu hanya beraroma kopi dan bukan benar-benar terbuat dari kopi, maka saya mulai mencoba kopi hitam.

Perpindahan dari kopi saset ke kopi hitam itu juga dibarengi dengan kesadaran ingin mengurangi gula atau minum-minuman manis. Jadi seingat saya, saya langsung mencoba kopi hitam tanpa gula alias kopi pahit.

Apakah saya ga pernah minum kopi hitam manis sama sekali? Pernah dong, saya ga anti dengan yang manis. Waktu itu saya bikin aturan, weekdays saya minum kopi pahit, kopi manis hanya diminum saat weekend.

Tapi seiring dengan maraknya kopi kekinian dan kafe yang menjamur, saya mengubah aturan tentang kopi manis di weekend. Saya mulai mencoba berbagai kopi-kopi kekinian, lebih tepatnya kopi susu gula aren. Mulai harga yang murah sampai yang lumayan. Dari yang cuma berasa susu sampai yang berasa kopinya, hahaha...

Sampai kapan? Rasanya mulai bulan ini kok ada rasa jenuh dengan kopi-kopi kekinian. Jadi saya nggak mulai ngotot kudu beli kopi kekinian saat weekend, karena ternyata saya lebih bisa menikmati ngopi ketika di rumah, kopi pahit.


11 Des 2017

Rejeki dan Bukan Rejeki

Kemarin datang ke arisan RT, berharap dapat arisan tapi dalam hati berasa kurang mantep gitu, hehehe...

Sebelum berangkat, selain berharap dapat arisan, juga mikir ntar malam makan apa ya? Secara lagi males masak nih! Eh iyaaa, kan ada arisan, pasti pulang bawa nasi kotak hihihi (sok yakin, padahal biasanya cuma dapat snack :p )

Singkat kata, beneran ga dapat arisan, tapi pulang dapat nasi kotak dan dititipin juga buat tetangga yang ga datang. Jadi sebelum pulang mampir dulu ke tetangga, diketok-ketok rumahnya kok ga ada orang. Dari rumah samping, bapaknya teriak kalo orangnya lagi pulang ke Jawa.

Lhaaa...trus nasi kotaknya ini gimana ya? Hihihi... Yasud, akhirnya bawa pulang dan jadinya dimakan berdua dengan Pijar masing-masing dapat sekotak, hahahaha... Alhamdulillah...

Hari ini, jadwalnya arisan dengan ibu-ibu sekolah Pijar.

Pagi harinya ke pasar dulu, pingin beli pisang, tapi kok malah ga jadi. Sampai rumah, masih kepikiran itu pisang.

Siangnya disamper Bu Rini ke rumah, eee... lha koook bawa pisang, yeeaayyyy!!! Alhamdulillah... 

Berangkat ke arisan, masih berharap nih dapat, hehehe... Cuma kok ya dalam hati masih kurang mantep sih... Sebel juga nih..

Tibalah acara mengocok nama, yang keluar ternyata Bu Rini. Baiklah... Tapi ternyata Bu Rini belum mau dapat bulan ini. Iseng saya nyeletuk, "kalo gitu buat saya aja deh!" Alhamdulillah dapat arisan.

Pulang sudah bawa uang arisan, tapi hati rasanya kok ga enak aja..., kurang sreg gitu.

Beneran deh, di tengah jalan, ada WA masuk dari teman yang bilang kalo Bu Riska (ga datang arisan) lagi butuh banget karena mertuanya lagi dirawat di RS, kalo ga keberatan apa bisa dioper dulu bulan ini yang dapat arisan Bu Riska.

Tanpa berpikir dua kali, saya langsung iyakan saja... Ga tau ya, saya kok merasa melepaskan beban yang besar banget setelah merelakan uang arisan yang baru saya dapat beberapa menit itu...

Mungkin ini yang dibilang bukan rejeki saya. Sejak awal saya ga yakin dapat arisan, begitu dapat malah saya kayak bawa beban.

Padahal ketika dapat nasi kotak dan pisang, hati ini rasanya girang banget, hahahaha... Karena ini yang beneran rejeki saya.


 

13 Mar 2017

Bahasa VS Matematika

Reaksi apa yang akan Anda berikan jika buah hati Anda pulang sekolah dan mengabarkan, "Ibu, aku dapat A+ tadi pas disuruh bikin puisi dan bacain di depan kelas, tapi matematika aku dapat 45.." :D

Atau di sore berikutnya dia bilang, "Bahasa Inggris aku cuma salah satu lho bu, tapi matematika aku tadi belum selesai ngerjakan sudah harus dikumpulkan..." :D

Ibunya cuma bisa nyengir dan berusaha tegar, hahaha... "Wah, keren..., hebat banget, mas.. Tinggal matematikanya yang harus banyak latihan yaaa..."

Di mulut gampang banget ngucapinnya di depan anak, tapi di kepala bener-bener mikir seribu cara bagaimana supaya dia bisa paham matematika.

Insya Allah, ibunya sudah paham kalau kecerdasan anak itu beda-beda. Di Pijar sepertinya kecerdasan bahasa dan musik yang tinggi, sementara kecerdasan logika-matematikanya yang kurang. Hanya saja pemerintah dalam ujian menyamaratakan kemampuan anak.

Seandainya ujian akhir, anak bisa memilih pelajaran yang dikuasainya, tentunya enak hihihi... Sayangnya dalam Ujian Sekolah, sudah ditetapkan 3 mata pelajaran (Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia) yang harus dikuasai sebagai salah satu syarat kelulusan :p

Sampai sekarang ini, saya masih belum memutuskan untuk memberikan les matematika ke Pijar. Pertimbangannya saya tidak mau Pijar makin stress karena matematika. Di rumah belajar matematika, di sekolah dapat pelajaran matematika, les pun masih juga ketemu matematika :'(

Bukannya anti sama les pelajaran, cuma saya belum ketemu tempat les matematika yang membuat anak menjadi senang, bukannya malah terbebani dengan banyak tugas setiap hari. Mungkin jika sudah ketemu tempat les dengan metode yang tepat, saya akan pertimbangkan.

Jadi PR buat saya nih, trial and error metode belajar matematika sambil cari tempat belajar matematika yang tepat buat Pijar :)

8 Feb 2017

Kisah Cinta Bapak & Ibu

Melihat foto ini, sangat membuat hati meleleh dan sukses membuat mata berkaca-kaca :') Iyaa, ini adalah foto bapak dan ibu saya.

Beliau sudah 45 tahun menikah. Selama itu, saya banyak belajar dari kehidupan pernikahannya. 

Saya tau banget kalau beliau berdua bukanlah orang yang sempurna sehingga bisa bersama selama itu. Tapi justru ketidaksempurnaan itu yang menurut saya bisa menyatukan.

Cara beliau berdua menyiasati ketidaksempurnaan itulah yang mengagumkan. Saling menerima dan menutupi kekurangan pasangan.

Saya yakin, jika tidak ada kesabaran dalam rumah tangga beliau berdua, maka akan kelarlah sejak dulu. Saya yakin, jika tidak ada kepercayaan, maka akan karamlah biduk sejak dulu.

Kesabaran itulah yang diajarkan oleh ibu kepadaku ketika kami sekeluarga memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta. "Kamu harus sabar..," pesan ibu.

Sabar itu yang saya pegang, bahwa apapun masalah yang datang menghadang bisa dihadapi, asal bersabar. Percaya pada sang nahkoda, selalu berdoa agar biduk mampu menerjang ombak dan tidak karam.

Semoga saya bisa meneladani kisah bapak dan ibu :)

 

27 Jan 2017

Jalan-Jalan ke Pasar Tradisional

Tidak mudah mengajak Pijar berbelanja ke pasar tradisional. Kebanyakan kondisi pasar tradisional di Indonesia masih banyak yang kumuh dan bau.

Karena itu, tidak heran jika banyak yang lebih memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar swalayan. Selain tempatnya yang adem, lantainya juga bersih tidak becek.

Tapi sekarang ini juga sudah mulai banyak dibangun pasar modern. Konsepnya sama dengan pasar tradisional, dimana kita masih bisa tawar-menawar (penting bagi ibu-ibu :D ), tapi tempatnya lebih bersih karena letaknya yang di dalam ruangan.

Hanya saja, sebelum mengenal pasar modern, mari kita ajak dulu Pijar ke pasar tradisional yang kondisinya panas, bau, dan becek jika hujan. Alhasil, selama di dalam pasar, tangannya ga pernah lepas dari hidung, hihihi... Mukanya juga cemberut terus, pingin segera keluar.

Baru kelihatan senyumnya ketika diajak beli kue. Selanjutnya, ketika ditanya, mau lagi ke pasar tradisional? Jawabnya, enggak :D

Tapi kalau ibunya, masih mau ke pasar tradisional. Selain harga yang bisa ditawar, barangnya juga banyak pilihan.

Karena ini weekend, dan pingin senang-senang sama Pijar, maka kunjungan ke pasar tradisional tidak terlalu lama dan langsung menyeberang menuju pasar swalayan.

 

13 Agu 2015

Review: Love, Lemon, And The Last Kiss

Kalau Anda termasuk yang mengagungkan cinta sejati,
Kalau Anda termasuk yang mengagungkan kesetiaan,
Kalau Anda termasuk yang mengagungkan cinta tanpa syarat...,
Novel ini layak Anda baca.

Love, Lemon, And The Last Kiss

Novel yang ditulis oleh Ida Ernawati ini, menurut saya bagus, Kenapa saya bilang begitu?

Karena jalan ceritanya tidak mudah ditebak, tokoh utama yang awalnya saya benci tapi kemudian jadi respek, dan mampu membuat saya menangis di akhir cerita (nangis itu barometer paling penting, wkwkwkwk).

Sebagai orang yang mengikuti terus novel-novel Ida Ernawati, saya lihat gaya bertuturnya selalu ada peningkatan. Yang terakhir ini, sangat enak dibaca dibandingkan dua novel pertama (Cinta Grey Area & Bienvenue Amor). Yang terakhir ini juga jalan ceritanya lebih bisa mengaduk-aduk perasaan dibanding 3 novel yang terdahulu (Cinta Grey Area, Bienvenue Amor, & Meniti Hati).

Yang juga menarik adalah soal bagaimana Ida Ernawati mencoba menceritakan detil yang akhirnya bisa memunculkan gambaran dalam kepala kita.

Kalau sebelum-sebelumnya, saya selalu kagum dengan detil fashion yang disampaikan oleh penulis. Gaya berpakaian, pilihan sepatu, dan bahkan asesoris. Saya pikir akan menemukan hal sama di novel keempat ini, tapi ternyata tidak banyak.

Justru yang banyak adalah detil tempat, lokasi, bahkan interior dan eksterior bangunan. Surprise banget, dan senang karena pembaca (baca: saya) seperti ikut "hadir" dalam cerita itu.

Satu yang mengganggu saya dalam novel ini. Ketika tokoh utama, Delia, "mendengar" suara kalau Socha merestui. Dan terakhir terungkap kalau Socha sempat bangun dari tidur panjangnya dan mengatakan pada Ardan bahwa Delia adalah perempuan yang tepat.

Duuuh, menurut saya ini sinetron banget. Hal-hal yang penuh kebetulan itu ciri khas sinetron. Padahal tanpa ditambahkan cerita "restu" Socha, akan lebih natural.

Well, yang pasti novel ini pantas dijadikan teman weekend di rumah sambil menikmati kopi atau kue kering sisa lebaran kemarin, qeqeqeq...

7 Jun 2015

Tips mengajar anak belajar

Saya mengajar sendiri untuk Pijar mulai dari membaca, berhitung, dan menulis.

Sampai ketika sudah memasuki masa SD, masih saya tangani sendiri belajarnya :)

Kadang sampai kepikiran, bagaimana bisa membuat dia paham :)

Ujung2nya ibu juga yang dituntut untuk kreatif. Saya membuat beberapa alat peraga sederhana untuk memudahkan belajar ;)

1. Kotak parfum, saya gunakan untuk menjelaskan bangun ruang kubus dan balok

2. Setiap kali nonton acara di Disney Channel, dia selalu nanya, Monday itu kapan? Tuesday itu kapan?

Akhirnya saya bikinkan catatan biar dia bisa lihat sendiri, hehehe... Alhamdulillah, lama2 dia sudah hafal

3. Di kamarnya, agar dia hafal urutan angka, saya buatkan deretan angka dengan krayon warna warni (lihat tanda panah)

4. Saya juga bikin kartu yang bertuliskan angka untuk belajar mengurutkan angka dari yang terkecil atau yang terbesar

Hehehe..., ribet ya bu?

Kalau saya bilangnya fun :)

Ibu punya pengalaman apa nih?

3 Jun 2015

1 Jun 2015

Jika anak menghadapi ujian


Ini sepertinya lebih banyak terpakai pada anak yang masih usia SD :) Lagi-lagi, ini menurut pengalaman saya yaa...

Jujur, awal-awal Pijar masuk SD, saya merasa keteteran. Saya nggak tau juga harus bagaimana baiknya belajar.

Kalau idealnya kan, pulang sekolah mengerjakan PR dan mengulang pelajaran hari itu. Setelah itu istirahat siang. Malamnya belajar pelajaran esok hari.

Tapiii..., ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan deh, hehehe...

Pulang sekolah, Pijar sudah capek banget. Lapar, ngantuk, nggak konsentrasi dan nggak ada tenaga untuk mengerjakan PR apalagi mengulang pelajaran hari itu.

Malamnya, belajarnya jadi numpuk-numpuk. Mengerjakan PR, mengulang pelajaran, sampai harus mempersiapkan pelajaran besoknya.

Stress! Pijar jadi nggak bisa konsentrasi. Dan parahnya, saya jadi tidak sabar, akhirnya marah-marah :( Sedih bangeeet...

Dari situ akhirnya saya mengevaluasi cara saya :D Cara ini bisa juga diterapkan saat anak (SD) akan menghadapi ujian.

1. Periksa pelajaran hari itu.
Setiap Pijar pulang sekolah, saya lihat bukunya. Apa saja yang sudah dipelajari hari ini.

Saya tanyakan ke Pijar, mana yang belum bisa? Kalau memang ada, maka saya jadikan catatan untuk lebih intensif menjelaskan atau memberikan latihan saat belajar mata pelajaran tersebut.

2. Kerjakan PR.
PR tetap dikerjakan sepulang sekolah. Mengapa? Agar malamnya tidak terlalu lama waktu untuk belajar dan mengerjakan PR.

Selain itu, mengerjakan PR di hari yang sama dia dapat, memperkecil kemungkinan untuk lupa :D

3. Latihan soal.
Jika akan ujian, biasanya saya jauh-jauh hari sudah mengecek apa saja yang belum dikuasai Pijar.

Setelah itu, saya buatkan latihan maksimal 10 soal, rutin setiap hari sampai dia menguasai atau sampai hari H ujian.

4. Menyicil belajar.
Sama seperti latihan soal, menyicil belajar memudahkan Pijar menghadapi ujian. Jadi, malam sebelum ujian, tidak akan banyak latihan lagi.

Biasanya 2 minggu sebelum ujian saya sudah memberikan jadwal belajar khusus untuk ujian. Namanya juga dicicil, latihannya tidak perlu terlalu banyak sehingga tidak memberatkan.

5. Berdoa.
Saya selalu mengajak Pijar untuk berdoa sebelum ujian agar lancar. Tentunya secara khusus, saya sebagai ibunya juga mendoakan agar diberi kelancaran dalam mengerjakan :)

6. Ikhlas.
Setelah semua ikhtiar yang sudah dilakukan, saatnya tawakkal.

Saya selalu menekankan pada Pijar, bahwa saya tidak memintanya untuk mendapat nilai sempurna atau bahkan ranking 1 di kelas atau di sekolah. Yang paling penting adalah Pijar mengerti pelajaran tersebut.

Semoga bermanfaat yaa...

28 Mei 2015

Tips bekerja dari rumah


Tips ini diberikan berdasarkan pengalaman saya sendiri, yaa.. :)

Karena sudah melakukan sejak beberapa tahun yang lalu, maka saya sedikit banyak tau cara menyiasati agar bisa tetap bisa "bekerja" meskipun dari rumah.

Mengapa harus disiasati?
Ya iya lah, kan kalau di rumah, saya juga harus menyelesaikan berbagai pekerjaan domestik dan tentunya juga mengasuh anak :D

Jadi kalau tidak disiasati, tentunya energi akan banyak terkuras dan bisa-bisa "pekerjaan" (baca: bisnis) saya sama sekali tidak tersentuh.

Baiklah, ini dia tips dari saya :)

1. To Do List (TDL)
Wajib disiapkan selambat-lambatnya setelah sholat Subuh :D Lebih bagus kalau sudah siap malam sebelumnya.

Biasanya saya tulis semua yang harus saya kerjakan hari itu. Pekerjaan domestik dan bisnis. Setelah tertulis semua, saya pisahkan yang bisnis.

Saya uraikan kembali TDL Bisnis, apa yang harus saya kerjakan hari itu. Mulai dari prospecting sampai mengajari downline baru soal Success Plan.

Jangan lupa untuk memberi waktunya yaa... :)

2. Mandi
Penting! Karena merasa di rumah saja, kadang kita melupakan yang ini, hehehe...

Mandi pagi itu membuat saya merasa segar dan siap untuk beraktifitas.

Selain itu, jika tetiba ada keperluan yang mengharuskan saya keluar rumah dan bertemu orang, saya sudah tida terburu-buru lagi :D

3. Meja Kerja
Tentunya juga akan lebih konsentrasi kalau kita mengerjakan bisnis dari rumah di meja sendiri.

Setting meja kerja sesuai dengan style kita agar membuat lebih semangat.

Meja kerja juga membuat saya jadi lebih disiplin, tidak harus berpindah-pindah tempat.

4. Minum
Persis seperti kerja di kantor, sediakan botol minuman atau camilan di meja kerja.

Mengapa?
Supaya tidak perlu bolak-balik ke dapur hanya untuk ambil minum atau buka kulkas. Aktifitas itu sepele, tapi bisa mengacaukan konsentrasi.

5. Istirahat
Bekerja dari rumah memang fleksibel, tapi kalau tidak disiasati, pekerjaan domestik atau bisnis sepertinya tidak akan ada habisnya.

Ujung-ujungnya kita merasa kehabisan waktu. Padahal waktu tidak pernah habis :D

Makanya saya butuh istirahat, butuh jeda. Biasanya saya memilih tidur siang sekitar 1-2 jam.

Kira-kira itu yang saya lakukan setiap hari saat bekerja dari rumah. Semoga bermanfaat.

22 Mei 2015

Mengadu pada Allah

Pagi ini diingatkan Allah. Bahwa masalah yang saya hadapi masih ada yang lebih berat diberikan pada orang lain.

Astaghfirullahaladziim :(
Berawal dari "perasaan" yang menurut saya telah teraniaya. Pingin banget untuk curhat dengan orang lain.

Sayangnya saya bukan termasuk orang yang gampang untuk bercerita masalah pribadi pada orang lain.

Meskipun rasanya pingiiiin banget, tapi takut jika orang tersebut tidak amanah dan menceritakan pada yang lain. Malu.

Makanya, saya memilih untuk mengadu pada Allah. Berkeluhkesah pada Allah. Yang saya yakin jauh lebih aman dan terpercaya. Tidak ada rasa khawatir.

Tapi, setelah mengadu pada Allah, saya juga tetap malu :(

Setelah menangis-nangis di atas sajadah, saya berangkat ke pengajian di sekolah Pijar. Di situ, ustadznya minta doa untuk 3 orang kerabatnya yang sakit.

Saya merasa "tertampar". Ya Allah, masalah saya ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan kerabat sang ustadz. Bahkan mungkin masalah saya ini remeh temeh. Tapi, saya nangisnya udah kayak menderita sedunia :((

Ampuni saya, ya Allah... Lindungi hamba dan keluarga dari segala penyakit hati, dari segala godaan, dan mara bahaya. Aamiin..

InsyaAllah, mulai sekarang ga dikit-dikit mengeluh... banyakin aja istighfar... Semoga saya bisa istiqomah... Aamiin...

20 Mei 2015

Tips menghadapi orang yang suka omong di belakang

Kalau tau ada yang ngomongin jelek di belakang, mending diam aja yaa... :D

Karena kalau menurut saya, jika kita ikutan ngomong dan sibuk untuk melakukan pembenaran/pembelaan, nanti mereka akan menilai bahwa kita beneran jelek...

Kalau kita merasa cakep, mereka bakal tau sendiri kok tanpa perlu kita berbusa-busa bilang bahwa kita enggak jelek :D

15 Mei 2015

Deja Vu


Pernaaaah..., duluuuu, pas masih kuliah juga poto pake pose kayak gini, hihihi...

Sayangnya fotonya ada di Surabaya, dan ga punya file nya :D

11 Mei 2015

Referensi Buku: Aku Edisi Baru

Awalnya penasaran, karena status-status penulisnya :D

Begitu buka bukunya, langsung ketawa sendiri hahaha...

Ketawa baca kata-kata  pembatas bukunya...
"HATERS ITU sebetulnya FANS yang belum INSYAF!" wkwkwk

Pas dijadiin teman long weekend dan bisa nge-charge semangat untuk jadi edisi baru :)

Buku ini masuk kategori buku motivasi atau self help book yaa...

Ga banyak hal baru tapi untuk yang butuh semangat, bisa membantu :)

Gaya bahasanya ringan dan banyak menceritakan pengalaman penulisnya, Meuthia Rizki

6 Mei 2015

Mencegah kekerasan seksual pada anak



Sudah mulai banyak kampanye tentang tolak kekerasan seksual pada anak.

Anak diajarin pencegahannya, jangan mau kalau dipegang bagian mulut, dada, kemaluan, dan pantat oleh orang lain selain ortu dan dokter yang harus ada ortu didekat si anak.

Sepertinya bukan cuma anak yang harus dikasih tau, tapi juga pihak2 yang sering berhubungan dengan anak. Mulai kakek/nenek, om/tante, pengasuh/ART, dan bahkan guru.

Semoga anak-anak kita terhindar dari segala mara bahaya. Aamiin.

4 Mei 2015

Membentuk moral anak

Waktu ‪#‎Pijar‬ belajar jalan, dan sering terjatuh, saya menghindari untuk memukul lantai atau memukul mainannya yang buat dia jatuh...

Waktu Pijar sudah mulai masuk usia sekolah, SD tepatnya, ketika dia berselisih paham dengan teman-temannya, saya hanya menawarkan solusi.

Saya biarkan dia belajar menyelesaikan sendiri. Selama itu tidak menyangkut fisik, saya cukup dapat laporan saja.

Waktu Pijar ingin mainan, saya berikan dia syarat. Jika dia mampu, maka akan saya berikan yang dia mau.

Mungkin ini belum sempurna, tapi semoga yang tidak sempurna ini bisa jadi bekal jika Pijar sudah dewasa.

Tidak mudah menyalahkan orang lain.
Tidak mudah iri hati jika temannya lebih mampu.
Memilih cara yang baik untuk mencapai tujuannya.

1 Jan 2015

Tragedi Air Asia QZ8501

Sedih di penghujung tahun 2014 ada tragedi jatuhnya pesawat Air Asia yang berangkat dari Surabaya menuju Singapura. Minggu pagi tepatnya tanggal 28 Desember tiba-tiba terjadi kepanikan di seluruh negeri. 

Pesawat yang membawa 155 penumpang dan 7 awak petugas hilang kontak dan baru ditemukan 3 hari kemudian di perairan dekat selat Karimata. Semoga arwah mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, aamiin.

Sejak saya pindah dari Surabaya ke Jakarta, paling tidak setahun sekali atau dua kali menggunakan jasa penerbangan. Setiap kali menggunakan transportasi pesawat, memang ada rasa was-was, rasa takutnya melebihi jika saya menggunakan transportasi darat.

Makanya suka ga kebayang jika harus sampai berjam-jam ada di dalam pesawat :( Satu jam perjalanan Jakarta - Surabaya saja sudah berasa lama.

Kakak ipar saya adalah petugas ATC (Air Traffic Controller) di bandara. Dia suka cerita kalau traffic di Bandara Soekarno Hatta saat siang sampai sore padat banget. Jadi mending kalau menuju ke Bandara Soekano Hatta cari flight pagi-pagi banget atau malam sekalian.

Sayangnya cuaca pada pagi atau malam hari kadang tidak bisa diprediksi baik atau buruknya yaa... Kemarin pesawat Air Asia QZ8501 berangkat pagi dan kebetulan cuacanya sedang tidak baik.

Paling tidak ini menjadi catatan bagi diri saya sendiri jika ingin menggunakan transportasi udara. Jika musim hujan, saya lebih memilih menggunakan kereta api untuk perjalanan jarak jauh. Atau kalau tidak bisa dijangkau dengan kereta, lebih baik ditinjau kembali perjalanannya, mungkin masih bisa ditunda di musim kemarau.

Seandainya harus bepergian di musim hujan, saya lebih memilih perjalanan dilakukan di siang hari jika menggunakan pesawat.

Semoga kita semua selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT, aamiin.

30 Des 2014

Resolusi Tahun 2015

Akhirnya saya sudah selesai bikin resolusinyaaa.... Tentunya dengan harapan akan tercapai semuanya, aamiin... :)

Jadi ada beberapa jenis resolusi yang dibuat. Masing-masing enggak berani banyak-banyak, takut enggak tercapai, hihihi... Kalau nggak tercapai, sakitnya tuh di sini *nunjuk dada :D


Resolusi Akhlaq (hihihi..., ga nemu kata yang keren selain ini :p )
1. Sholat Tahajud
2. Sholat Dhuha
3. Mengaji
4. Zakat/Infaq

Resolusi Keluarga
1. Beli Rumah
2. Liburan bertiga ke Bandung 

Resolusi Bisnis
1. Jualan jilbab
2. Senior Manager Oriflame di bulan April

Resolusi Aktifitas
1. Rajin ngeblog
2. Bikin cerpen
3. Bikin YouTube dongeng
4. Bikin SoundCloud siaran

Katanya biar cepat tercapai harus spesifik ya nulisnya... :) Okeh, tapi nggak di sini. Cukup coret-coretan pribadi aja yang paling lengkap, hehehe...

Semoga semuanya saya bisa jalanin dengan istiqomah hingga tercapai keinginan di tahun 2015 ini. Aamiin...

28 Des 2014

Tahun Baru

Rasa itu selalu muncul di hari-hari akhir menjelang tahun baru. Kalau di tanyanya, rasanya seperti gimana? Jujur, enggak tahu seperti gimana.

Campur aduk. Rasa kecewa bercampur dengan harapan. Keduanya diaduk dan menghasilkan rasanya yang.... Sumpah! Enggak enak.

Kecewa karena merasa target belum tercapai dan beneran menyesal, kenapa nggak diselesaikan :'(

Berharap banget target-target yang belum terselesaikan tahun ini akan tuntas di tahun baru.

Akhirnya cuma bisa berdoa saja agar diteguhkan hati untuk berjuang sampai titik darah penghabisan demi tercapainya cita-cita, hehehe...

Moga-moga saya berani untuk menuliskan apa saja yang ingin saya capai di tahun 2015. Nggak cuma dipantengin sendiri, tapi coba ditulis di blog.

Siapa tau, banyak yang membaca dan banyak yang mengaminkan cita-cita saya, sehingga bisa cepat tercapai. Aamiin... :)