17 Des 2012

Suara hati ibu mertua

Di salah satu milis perempuan yang saya ikuti, pernah ada yang sharing permasalahan dengan mertuanya. Sebenarnya selain di milis, saya juga sering sih baca di majalah, dengar cerita, atau bahkan menonton film yang menunjukkan tentang ketidakakuran antara mertua dengan menantu.

Dalam tulisan ini, yang saya maksud adalah ibu mertua dengan menantu perempuannya yaa... ;) Biasanya yang menjadi pokok permasalahan adalah soal pengasuhan anak, manajemen rumah tangga, sampai dengan hal remeh temeh misalnya pemilihan warna gordyn :p

Selama ini yang saya dengar, lihat, dan baca adalah si menantu yang merasa privacy-nya dilanggar oleh sang ibu mertua. Merasa berhak untuk mengendalikan anak, suami, dan rumah tangganya. Merasa tidak perlu nasihat jadul yang nggak masuk akal dalam pengasuhan anak :D

Memang tidak salah dengan hal itu. Justru bagus kalau menurut saya. Saat kita sudah memutuskan untuk menikah dan kemudian punya anak, kita harus belajar mandiri dan belajar menyelesaikan semua permasalahan rumah tangga kita sendiri.

Apalagi sekarang akses informasi begitu terbuka lebar. Social media dan media online begitu mudah untuk diakses. Jika kita butuh informasi tentang kesehatan, keuangan, pendidikan, sampai dengan resep masakan tinggal tweet tanya ahlinya atau browsing, beres.

Tapiii tetep saja yang namanya orangtua (baca: ibu mertua) lebih dulu punya pengalaman yaa..., lebih dulu merasakan apa yang kita alami sekarang ini. Jadi wajarlah, jika mertua merasa perlu memberi 'nasihat' meski nggak diminta, hehehe...

Ini yang bikin hubungan antara mertua dengan menantu jadi nggak akur. Mertua merasa paling tau, menantu merasa sudah banyak tau, hahaha..

Dari semua yang menanggapi sharing salah satu sahabat di milis yang bermasalah dengan ibu mertuanya, rata-rata berpihak dengan sang menantu yang memintanya untuk tegas pada mertua. Tapi ada salah satu email tanggapan yang menarik perhatian saya.

Email ini dari anggota milis yang sudah mempunyai menantu alias posisi dia sebagai ibu mertua. Dia bilang, "memang tidak seharusnya seorang mertua mencampuri urusan rumah tangga anak-anaknya apalagi sampai membuat jengkel menantunya. Tapiii, saya sebagai mertua juga jengkel lhooo sama menantu yang kalau dikasih tau selalu lebih percaya mbah Google ketimbang saya." Nah lho! :D

24 Okt 2012

Mencari korban cerita selingkuh

Siapa sih yang berpotensi untuk selingkuh? Perempuan atau laki-laki punya kesempatan yang sama untuk berselingkuh. Cuma yang paling banyak diangkat ceritanya adalah laki-laki yang berselingkuh yaa... :) Oke, tulisan ini juga kebetulan menyoroti tentang korban laki-laki menikah yang berselingkuh.

Mayoritas jawabannya adalah, istrinya yang jadi korban suami selingkuh. Masyarakat cenderung menyalahkan sang suami dan perempuan yang diselingkuhi. Banyak yang menghujat si perempuan sebagai perebut istri orang, ganjen, mata duitan, dan lain sebagainya.

Tapi jangan salah lhoo, ada juga yang menyalahkan istrinya. Sang istri dianggap tidak becus mengurus suami, pemarah, suka cemburu, maka pantas saja suaminya berpaling. Oh my God! Jadi, suaminya bener dong selingkuh? X_X

Tidak ada rumah tangga yang selamanya adem ayem, bahagia dari awal sampai akhir. Yang ada adalah banyak sekali perbedaan-perbedaan yang muncul sejak awal menikah sampai akhir nantinya, karena itu kita butuh yang namanya kompromi. Kompromi, saling koreksi, saling membenahi diri dengan ikhlas yang akan membuat kita bisa menjalani pernikahan yang 'bahagia'.

Jadi, kalau menurut saya, sangat tidak dibenarkan seorang suami yang memiliki istri yang pemarah, suka cemburu, dan tidak becus mengurus suami/rumah tangga kemudian dijadikan alasan berselingkuh. Bukankah semuanya bisa dibicarakan baik-baik dan dikompromikan? Sudah? Dan tidak ada perubahan? Oke, bagaimana dengan meminta bantuan orang tua/saudara/siapapun yang bisa menengahi perbedaan? Kalau ada niat, insyaAllah ada jalan.

Bagaimana dengan si perempuan yang diselingkuhi? Kalau menurut saya nih, dia ini juga korban. Tidak mungkin si perempuan ini mau kalau tidak diberikan janji-janji manis terlebih dulu. Apalagi kalau sudah ada anak, nambah lagi korbannya.

Nah, sekarang laki-laki yang berselingkuh wajib hati-hati yaa..., karena sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, negara harus mengakui anak yang lahir di luar pernikahan tetap mempunyai hubungan keperdataan dengan ayah biologisnya. Artinya seorang anak meskipun lahir dari pernikahan sirri atau perselingkuhan tetap punya hak untuk mendapatkan warisan dari sang ayah biologis.

Ini mengacu pada kasus Machica Mochtar dengan Alm. Moerdiono, dimana Machica mengajukan uji material terhadap UU Perkawinan No.1/1974 Pasal 43 (1) dan dikabulkan oleh MK sehingga isinya menjadi "anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya"

18 Okt 2012

Anak era digital

Kebiasaan orang tua itu biasanya menular ke anak. Pekerjaan yang dilakukan orang tua, akhirnya juga bisa mempengaruhi minat anak. Nggak heran yaa..., karena anak lebih banyak meluangkan waktu di rumah bersama orang tuanya.

Begitu juga dengan Pijar. Di rumah, sering banget ngeliat ayah dan ibunya pakai laptop, kadang suka nimbrung. Awalnya suka lihat-lihat foto kami yang ada di laptop, lama-lama main game yang ada di laptop. Selanjutnya melihat kami kerja dengan internet, dianya ikutan pingin tau. Mulai diajarin untuk main game online :D trus lihat film-film kartun.

Lama-lama ketika dia ingin tau lebih besar tentang pengetahuan, apa itu bumi, apa itu langit, meteor itu yang seperti apa? Sang ayah mengenalkan mbah Google. Bahkan sekarang ketika ayahnya cerita tentang Kancil, dia bertanya, "Seperti apa sih gambar Kancil? Coba lihat di Google, yah!" X_X

Yang lucu adalah, ketika bercerita tentang masa kecil kami dan menjelaskan kalau dirinya bisa lihat nanti di rumah mbah Nang, foto-foto ibu masa kecil. Komentarnya adalah, "Emang mbah Nang punya laptop?" Oww..,oww..., dibenaknya, foto itu sudah dalam bentuk digital sejak dulu, qeqeqeqeq.... Karena semua foto-foto Pijar sejak lahir sampai sekarang, enggak pernah dicetak kecuali ada permintaan khusus :D

Jujur yaa..., sebenarnya agak sedih juga ketika Pijar memutuskan untuk tetap di depan laptop ketika teman-temannya mengajaknya bermain. Karena itu kami memberi batasan boleh main game di internet hanya hari Sabtu dan Minggu. Selain 2 hari itu boleh menggunakan laptop kalau untuk belajar menggunakan CD Edugames tanpa ada sambungan internet :D

Untuk mengimbanginya, kami mengenalkan Pijar dengan mainan ular tangga, puzzle kayu, kartu, dan rutin mengajaknya bermain di Pasar Malam setiap hari Selasa malam, xixixixi...

Meskipun era sudah digital, dan anak juga musti familiar dengan hal itu, saya masih melihat pentingnya anak-anak bersosialisasi dengan temannya lewat permainan.

12 Jul 2012

Membuka ponsel pasangan

Beberapa waktu yang lalu di salah satu milis yang saya ikuti, rame dibahas apakah HP/Ponsel itu merupakan sesuatu yang pribadi sehingga pasangan tidak boleh membukanya tanpa seijin kita? :D

Weewww..., rame banget ngebahasnya.. Sudah bisa ditebak kalau ada dua pendapat yang berbeda. Setuju bahwa ponsel adalah barang pribadi dan bahkan pasangan pun ga boleh ngeliat tanpa ijin. Pihak yang lain, tidak setuju karena kalau sudah menikah, harusnya tidak boleh lagi ada yang disembunyikan.

Tulisan ini adalah pendapat saya yang juga saya tulis di milis tersebut. Memang benar setelah menikah kita harus terbuka dengan pasangan, tapi bukan berarti boleh buka-buka ponsel pasangan. Keterbukaan bisa dijalin dengan saling cerita, saling tau aktifitas masing-masing.

Seharian nggak bertemu, ketika sudah di rumah, sebelum tidur saling cerita aktifitas masing-masing. Kalau pas hari libur, saling mengenalkan teman-teman di lingkungannya. Menurut saya, itu satu bentuk keterbukaan dan kepercayaan pada pasangan.

Tak usahlah kita menaruh curiga dengan selalu membuka-buka ponsel pasangan. Kalau pasangan selingkuh tidak melulu karena ga boleh saling membuka ponsel kok. Bagi saya, selingkuh atau gak nya pasangan itu karena komunikasi yang tidak terjalin dengan baik.

Dan lagi, kalau selingkuh, tanda-tandanya ga cuma bisa dilihat dari sms/telp, tapi bisa dari gesture/body language pasangan. Sebagai pasangannya, tentunya kita bisa merasakan ada yang salah, kalau dia sedang selingkuh ;)

Lain lagi kalau sejak awal kita dan pasangan boleh saling buka ponsel, tiba-tiba dia ga membolehkan kita membuka ponselnya :D Bolehlah kita curiga, hehehe....

Akhirnya, itu kembali dari kesepakatan masing-masing pasangan dari awal menikah. Lebih nyaman menjadikan ponsel sebagai barang pribadi yang tidak boleh semua orang bahkan pasangannya untuk membuka atau sebaliknya membolehkan saling mengetahui isi ponselnya :)

29 Jun 2012

Menjaga kebersihan diri

Mengajak Pijar untuk menjaga kebersihan itu susah-susah gampang. Gampangnya, dia langsung ngerti dan mau melakukannya. Susahnya, harus ada beberapa properti yang dikorbankan dan double kerja, qeqeqeq...

Menjaga kebersihan itu diantaranya, mencuci tangan dan mulut sesudah makan, mandi, gosok gigi, dan cebok setelah pup :D

Setelah makan, Pijar dibiasakan untuk cuci tangan dan mulut. Cucinya di tempat cuci piring. Karena Pijar belum bisa menjangkau keran air, maka kaki dia jinjit agar bisa membuka keran. Dia pikir, kalau memakai kursi terlalu lama, harus ambil kursi dulu dan nanggung karena dengan jinjit aja sudah bisa membuka keran.

Akibatnya, keran jadi tumpuan dan sering jebol :( Belum juga sebulan diganti, sudah harus mengganti lagi. Bisa saja sih, saya membukakan kerannya, Pijar tinggal tunggu air mengalir dan mencuci tangannya. Tapi saya ingin mengajarkan dia untuk bisa sendiri. Tak apalah sebulan ngeluarin duit 15rb untuk mengganti keran :)

Ketika harus mandi sendiri, bolak balik tuh, sabun jatuh ke kloset, air sabun masuk ke bak mandi :D Otomatis, sabun bolak-balik ganti, dan ibunya harus kuras bak mandi 2-3 kali seminggu :p

Ayahnya sempat beride untuk menutup kloset saat Pijar mandi. Memang sih, kloset kami bukan kloset duduk yang ada tutupnya, tapi kloset jongkok, hehehe... Tapi ide itu saya tolak, karena Pijar harus belajar memegang sabun dengan benar :)

Bisa juga mengganti sabun batangan dengan sabun cair, tapi lagi-lagi ini masalah pembelajaran :D

Begitu juga ketika dia harus menggosok gigi sendiri. Berkali-kali juga sikat gigi jatuh ke kloset X_X

Lain lagi ceritanya ketika harus mengajarkan membersihkan diri setelah dia pup. Pijar menolak mentah-mentah. Alasannya karena pup itu kotor dan nggak mau tangannya terkena kotoran. Waduuuh..., berkali-kali dijelaskan kalau nanti tangannya dibersihkan pakai sabun dan air, tetep saja keukeuh enggak mau.

Setelah tawar menawar yang alot, akhirnya Pijar sementara hanya bersedia menyiram pup nya di kloset saja dan ceboknya tetap dibantu ibu atau ayahnya. Targetnya niih, saat masuk ajaran baru 2012/2013 nanti Pijar sudah bisa membersihkan diri sendiri. Jadi liburan ini diisi dengan pelajaran kebersihan diri, xixixi...

13 Jun 2012

Resep ebi bikin nagih

Buat aku, memasak itu ada 2 sisi yaitu sisi asyik dan sisi malas :D Asyiknya kalau masakannya sederhana tapi disukai oleh seluruh keluarga dan habis tak tersisa.

Malasnya kalau sudah tiap hari memasak dan muncul rasa jenuh karena masakannya cuma itu-itu saja. Biasanya butuh waktu 2-3 hari diputuskan tidak memasak alias beli saja lauk yang sudah matang, hehehe...

Sekarang aku mau berbagi resep yang masaknya sebentar, bahannya sederhana, tapi insyaAllah disukai karena enak. Aku nemu resep ini di belakang kemasan margarine. Aku modifikasi judulnya menjadi Ayam Campur Ebi Bikin Nagih.

Caranya, bawang putih cincang ditumis sampai harum, masukkan ayam fillet yang sudah dipotong-potong, setelah ayam berubah warna/matang, masukkan merica bubuk secukupnya, satu sendok makan saus tiram, kecap manis, aduk rata sampai meresap ke fillet ayam.

Sebelum diangkat, masukkan ebi goreng dan bawang merah goreng yang sudah dihaluskan. Aduk-aduk sampai rata, dan jadilah Ayam campur ebi bikin nagih :))

Rasanya yummy, aku tidak menambahkan garam karena sudah pasti asin lantaran ebi. Ayam fillet bisa diganti dengan apa saja, misalnya tahu, tempe, kentang, atau bahkan telur orak-arik. Sejauh ini yang sudah aku coba, ayam aku ganti dengan tahu yang dipotong dadu dan digoreng terlebih dahulu, enak juga :)

Baiknya memang tahu, tempe, dan kentang di potong dadu dan digoreng terlebih dahulu. Selamat mencoba teman-teman..

13 Apr 2012

Dari kebiasaan mendengarkan radio

Sejak SMA, kalo belajar tanpa ditemani radio rasanya jadi hampa, hehehe... Saking senengnya dengan benda yang namanya radio, sejak dulu sudah kepikiran ntar kuliah pingin nyambi jadi penyiar :p

Acara yang disukai tentunya yang banyak memutar lagu-lagu dan diselipi info2 up to date, xixixi.. Makanya sampai sekarang kebawa kalau nggak dengerin musik berasa ada yang aneh :D

Tentang kesukaan saya ini, sebelum saya punya handphone yang ada radionya :p , saya dibelikan suami radio transistor kecil yang bisa dibawa kemana-mana. Di kamar, di dapur, bahkan di kamar mandi x_x

Kalau sekarang sih, tinggal pasang headset di handphone dan dengerin radio sambil masak. Kalo di depan laptop, lagi online, muternya radio streaming, qeqeqe... Segitunya yaaa... :)

Bagi saya, radio memang istimewa dibandingkan dengan media lain. Meskipun saya nggak bisa melihat gambar, tapi saya bisa berimajinasi dengan radio. Saya nggak perlu memecah konsentrasi pekerjaan saya dengan membaca berita, cukup dengerin apa yang diomongkan penyiar.

Saya ingat, dulu dosen mata kuliah radio bilang (iyaaa, saya kuliah komunikasi jurusan jurnalistik :p) kalau, radio adalah satu-satunya media yang dalam penggunaannya tidak memerlukan waktu khusus. Sambil nyetir mobil, bisa dengerin radio. Sambil masak, sambil belajar, sambil bekerja, sambil ngobrol, sambil mandi, bahkan saat kita tidak sedang ngapa-ngapain, tetep aja dengerin radio sambil melamun, qeqeqeq...

Beda kalau kita harus nonton tv, baca koran, baca situs berita, social media apalagi.. Dibutuhkan waktu khusus alias ga bisa disambi mengerjakan hal lain. Butuh konsentrasi tinggi.

Karena kebiasaan saya yang tidak bisa lepas dari radio, suami akhirnya menjuluki saya sebagai "The Radio Girl" wkwkwkwk...

27 Feb 2012

Mencari pelangi

Ini tentang pertanyaan Pijar yang penasaran dengan pelangi. Dia sudah sering melihat gambar pelangi di buku atau di televisi, tapi belum pernah melihat langsung pelangi dengan mata kepalanya sendiri.

Setiap kali selesai hujan, Pijar selalu mencari pelangi. Saya jelaskan kalau pelangi akan muncul saat gerimis dan ada matahari.

Berikutnya yang ditanyakan adalah apa sih pelangi itu? Nah, ini yang bikin saya jadi browsing :) Bukannya sudah lupa tentang terjadinya pelangi, tapi saya nggak mau salah dalam menjawab :p (ngelesdotcom)

Ketika cahaya matahari melewati titik-titik air, cahayanya akan membias menjadi cahaya dengan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi tetesan air ke sisi tetesan yang lainnya.

Trus pertanyaannya berlanjut, membias itu apa? X_X Membias itu diteruskan. Jadi cahaya matahari yang mengenai gerimis air hujan akan diteruskan menjadi warna-warna yang indah yang disebut pelangi :) Ini adalah penjelasan paling sederhana menurut saya tentang pelangi ke anak TK A.

Pelangi hanya bisa dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar. Posisi kita harus ada di antara matahari dan tetesan air, dengan matahari dibekalang kita. Matahari, mata kita, dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

Saya sendiri justru lebih senang kalau pelangi dibuat sebagai bagian dari kalimat kiasan :) There's always a rainbow after the rain..

27 Jan 2012

Meraih cita-cita

Dulu, ketika masih kecil, saya ingat sekali ingin menjadi guru TK. Mungkin karena waktu itu saya seneng banget dengan guru TK saya yang cantik dan baik hati :D

Beranjak SD, SMP, dan SMA, cita-cita saya berubah. Saya ingin jadi ahli matematika, trus terakhir pingin jadi dokter anak. Tapi ketika kuliah 'terjerumus' ke jurusan komunikasi, cita-citanya langsung berubah, pingin jadi penyiar :D

Nah, yang terakhir ini akhirnya kesampaian :) Mungkin karena waktu itu saya sudah fokus, jadi cita-citanya beneran terwujud. Coba kalau sejak kecil sudah difokuskan untuk meraih cita-citanya, kemungkinan besar cita-cita masa kecil bisa tercapai :D

Sekarang, bagaimana dengan cita-cita masa kecil anak saya, Pijar? hehehe... Tanpa ditanya, dia tiba-tiba bilang, "Ibu, Pijar nanti pingin jadi sopir taksi.." Kaget juga pas saya dengar cita-citanya itu, hahaha... Saya tanya alasannya. Dia bilang, biar bisa ajak ibu dan ayah pergi-pergi.

Saya kasih pengertian kalau pingin ajak ayah-ibu pergi, kamu ga usah jadi sopir taksi. Beli aja mobil, ntar kamu bisa ajak ayah-ibu jalan-jalan kan? "Owh, gitu? yasudah nanti Pijar beli mobil.."

Nah, kalau gitu cita-cita Pijar apa? Pingin jadi pemadam kebakaran, pemain sepak bola, pilot, atau pengusaha? Berpikir sebentar, "Pijar mau jualan kue!" :D Saya kembali bertanya, "Kenapa?" :) Dia jawab, "Karena aku suka makan kue.." :p

26 Jan 2012

Cerita perjalanan Pijar naik kereta api

Begitu diberitahu akan ada fieldtrip menggunakan kereta api, Pijar sudah heboh banget :) Dia bilang mau naik kereta bersama bu guru dan teman-temannya, ibu nggak boleh ikut :p

Malam sebelum naik kereta, saya sudah bilang ke Pijar kalau besok harus bangun pagi. Paginya Pijar bangun jam 05.20 :(( pagi banget siih, ibu belum masak nasi dan bikin bekal. Begitu bangun yang ditanyakan adalah, "hari ini Pijar naik kereta ya?" hahaha...

Bekal yang saya siapin untuk hari itu adalah, snack, air putih, dan mie goreng. Nggak terlalu banyak, karena nanti Pijar bakal dapat roti, susu, dan buah dari sekolah. Bekal buat Pijar saya masukkan ke tasnya seperti biasa, saya biarkan Pijar bertanggungjawab dengan barang bawaannya sendiri :D Sementara tas ransel saya diisi dengan air mineral, payung, jaket Pijar untuk jaga-jaga saat hujan, dompet, dan hp tentu saja :D

Berangkat ke sekolah sekitar jam  07.00. Begitu nyampe sekolah, sudah banyak anak dan beberapa orang tua yang ikut mengantar. Setelah absen dan dibagikan bekal untuk masing-masing anak, perjalanan ke stasiun dimulai.

Dari sekolah Pijar ke stasiun, kita naik angkot yang disewa sekolah. Stasiun yang dituju adalah Stasiun Jurangmangu. Stasiun ini menurut saya bagus dan bersih. Apalagi lokasinya ada di bawah jembatan Tegal Rotan, jadi benar-benar berasa di jurang :) Pemandangannya juga masih asri, entah karena habis hujan dan mendung atau memang sehari-hari udaranya sejuk, yang jelas nuansa pinggiran kota Jakarta sangat tidak terasa, berasa di Bogor yang dingin, hehehe...

Ternyata Stasiun Jurangmangu memang tergolong baru. Baru diresmikan tahun 2009 lalu oleh Menhub di jaman itu :p Mulai pembangunan sejak tahun 2002.

Kereta tepatnya Commuter Line berangkat tepat pukul 09.00, stasiun yang kami tuju adalah Stasiun Parungpanjang. Ini adalah stasiun yang menjadi titik akhir Commuter Line. Letaknya tepat di depan pasar Parungpanjang.

Sekolah Pijar menyewa satu gerbong kereta. Jadi anak-anak lebih leluasa di dalam, tidak berbaur dengan penumpang lain sehingga semuanya kebagian tempat duduk. Sayangnya, anak-anak tidak diajak beli tiket di loket karena tiket langsung diberikan saat di atas kereta.

Commuter melewati beberapa stasiun, diantaranya Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, baru kemudian sampai di Parungpanjang. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit. Begitu sampai di Parungpanjang, anak-anak tidak sempat keluar dari kereta karena masih gerimis. Untungnya membawa bekal mie goreng, jadi saat menunggu kereta berangkat kembali menuju Jurangmangu, Pijar sempat makan dulu.

Di dalam kereta Pijar sempat bertanya tentang gambar rute kereta di atas pintu. Apa itu yang lingkaran-lingkaran kuning, yang lingkaran biru, dan yang berwarna merah :D Yang lingkaran itu adalah stasiun tempat kereta berhenti. Kalau kuning stasiun kecil, sementara yang warna biru stasiun besar :D Kalau yang warna merah itu adalah jalur keretanya.

Ada juga gambar larangan di kereta, saya minta Pijar untuk mengartikannya. Alhamdulillah dia ngerti, nggak boleh merokok, nggak boleh bawa binatang, nggak boleh main api (bawa barang yang mudah terbakar--nv). Dia sempat tanya, kenapa kok penumpang nggak boleh duduk di bawah? :p Ya, karena menggangu penumpang lain.

Setelah sampai di stasiun Jurangmagu kembali, Pijar dan teman-temannya kembali ke sekolah menggunakan angkot lagi. Sesampainya di rumah, Pijar sudah kecapean, habis makan roti dan minum susu langsung tidur siang. Sorenya saat ayahnya pulang kerja, yang langsung ditunjukkan adalah foto-foto saat di kereta, xixixi...

18 Jan 2012

Mencari arti rejeki

Siang itu saat menemani Pijar istirahat siang, saya dikejutkan dengan telpon masuk di hp saya. Ternyata dari salah satu majalah perempuan yang mengabarkan kalau saya menang undian :)

Alhamdulillah.., dapat rice cooker gratis.. :) tidak menunggu lama, saya segera kabarkan ke suami dan teman-teman, hehehe...

Tentunya  ada beragam komentar, tapi rata-rata mereka ikut senang, hehehe... Ada satu komentar teman yang membuat saya berpikir. Dia bilang, "aku dulu sering dimarahin ibuku kalau sering tidur, katanya orang tidur nggak ada rejekinya."

"Buktinya, kamu pas enak-enak tidur malah dapat rejeki rice cooker." lanjut teman saya. Saya berkilah, ya emang bener kalau kita terus-terusan tidur nggak ngapa-ngapain, rejeki datang dari mana? "Ah enggak juga, rejeki kan sudah ada yang ngatur.." begitu jawab teman saya.

Eehhmmm..., ujung-ujungnya bikin saya browsing mencari apa itu rejeki :D Dan memang tidak ada yang salah dengan pernyataan teman saya itu karena yang dimaknai rejeki bukanlah hanya materi belaka.

Sehat jasmani dan rohani, keluarga yang bahagia juga merupakan rejeki. Bahkan sampai saat ini kita masih bernapas adalah rejeki dari Allah. Wallahualam bishawab :)

10 Jan 2012

Alat komunikasi kau dan aku

Pernah cerita-cerita dengan teman tentang kisah cinta masa lalunya :) Komentarnya saat itu yang bikin ketawa adalah, "Coba dulu sudah ada hp, aku kan bisa tau kalau dia masih mengharapkan aku.." LOL.

Memang kerasa banget ketika semua orang sudah menggunakan hp, kita jadi gampang untuk menghubungi teman/saudara/pasangan di manapun dan kapanpun dia berada. Tinggal telpon atau sms, beres!

Sekarang sudah berubah lagi, setelah ada banyak social media, hp bukan sekedar untuk telpon dan sms. Namanya sekarang sudah jadi smartphone, lebih pinter, lebih canggih. Lewat hp kita bisa tetep eksis di dunia maya.

Lewat smartphone juga kita bisa bikin grup dengan teman-teman jaman SMP, SMA, kuliah, atau bahkan bikin online shop. Komunikasi dengan teman lama jadi bisa terjalin kembali. Bisnis juga lebih lancar menjalankannya.

Tidak ada yang salah jika kita menggunakan alat komunikasi untuk hal yang bermanfaat, asal jangan ketika bersama pasangan atau anak, kita masih sibuk dengan smartphone di tangan. Sedihnya jika kita bicara dengan pasangan tapi enggak disimak :((

6 Jan 2012

Pendidikan seks untuk anak

Siang ini melihat tayangan Metro TV, ada talkshow Mari Bicara Seks dengan menghadirkan narasumber Zoya Amirin, Sexual Psychologist yang sedang naik daun. Bicara tentang pendidikan seks.

Pendidikan seks sebenarnya penting diajarkan pada anak sejak dini untuk mencegah perbuatan seks yang tidak benar ketika dia beranjak remaja. Yang pertama berkewajiban untuk mengajarkannya adalah orang tuanya.

Zoya menyinggung penyebutan alat kelamin, salah satunya. Banyak orang tua yang tidak mau menyebut penis dan vagina pada anak dengan alasan malu. Bahkan sengaja tidak mau memberitahu ketika anak mulai ingin tahu tentang kelaminnya.

Padahal dari situ kita bisa menciptakan dialog misalnya kalau ada orang lain yang menyentuh penis atau vagina adik/kakak, bilang ke ibu/ayah. Kalau adik/kakak disentuh atau dipegang sama orang lain dan adik/kakak merasa tidak nyaman, malu, atau jengah, bilang ke ayah/ibu.

Bagaimana dengan saya? :D Sejak awal saya sudah berkomitmen untuk memberitahu Pijar yang sesungguhnya, xixixi tentang nama alat kelaminnya. Jadi kalau perempuan itu punya vagina dan laki-laki itu punya penis. Pijar dan ayah, laki-laki, berarti punya penis. Kalau ibu, perempuan, berarti punya vagina :)

Ternyata memberitahu yang sesungguhnya juga ada konsekuensinya di masyarakat yang menganggap hal itu adalah tabu. Saya pernah dimarahin ibu saya kenapa Pijar sampai nyeplos tentang vagina :D Tetangga pernah histeris ketika Pijar bicara tentang penis :D Padahal Pijar cuma bertanya, "Bu, mba A itu perempuan ya, berarti dia punya vagina?" qeqeqeq....

Saya menjelaskan ke ibu saya dan tetangga saya kalau saya memang sengaja memberitahu Pijar yang sebenarnya karena nggak ingin Pijar bingung. Yang disebut burung adalah yang punya sayap dan bisa terbang, tapi kita juga menyebut penis sebagai burung. Hal itu justru membingungkan sang anak kan? ;)

Tentunya pendidikan seks disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak. Berikan penjelasan yang simple yang bisa diterima oleh anak, utamanya yang belum beranjak remaja. Karena ketika anak sudah memasuki masa remaja, pendidikan dan pendekatan yang diberikan tentunya berbeda.

Tentang remaja, ntar kita ngobrol lagi yaa... ;)