13 Mar 2017

Bahasa VS Matematika

Reaksi apa yang akan Anda berikan jika buah hati Anda pulang sekolah dan mengabarkan, "Ibu, aku dapat A+ tadi pas disuruh bikin puisi dan bacain di depan kelas, tapi matematika aku dapat 45.." :D

Atau di sore berikutnya dia bilang, "Bahasa Inggris aku cuma salah satu lho bu, tapi matematika aku tadi belum selesai ngerjakan sudah harus dikumpulkan..." :D

Ibunya cuma bisa nyengir dan berusaha tegar, hahaha... "Wah, keren..., hebat banget, mas.. Tinggal matematikanya yang harus banyak latihan yaaa..."

Di mulut gampang banget ngucapinnya di depan anak, tapi di kepala bener-bener mikir seribu cara bagaimana supaya dia bisa paham matematika.

Insya Allah, ibunya sudah paham kalau kecerdasan anak itu beda-beda. Di Pijar sepertinya kecerdasan bahasa dan musik yang tinggi, sementara kecerdasan logika-matematikanya yang kurang. Hanya saja pemerintah dalam ujian menyamaratakan kemampuan anak.

Seandainya ujian akhir, anak bisa memilih pelajaran yang dikuasainya, tentunya enak hihihi... Sayangnya dalam Ujian Sekolah, sudah ditetapkan 3 mata pelajaran (Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia) yang harus dikuasai sebagai salah satu syarat kelulusan :p

Sampai sekarang ini, saya masih belum memutuskan untuk memberikan les matematika ke Pijar. Pertimbangannya saya tidak mau Pijar makin stress karena matematika. Di rumah belajar matematika, di sekolah dapat pelajaran matematika, les pun masih juga ketemu matematika :'(

Bukannya anti sama les pelajaran, cuma saya belum ketemu tempat les matematika yang membuat anak menjadi senang, bukannya malah terbebani dengan banyak tugas setiap hari. Mungkin jika sudah ketemu tempat les dengan metode yang tepat, saya akan pertimbangkan.

Jadi PR buat saya nih, trial and error metode belajar matematika sambil cari tempat belajar matematika yang tepat buat Pijar :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar