Dulu, duluu banget, saat masih aktif bekerja di luar rumah, saya bukan peminum kopi. Minum kopi justru dimulai saat di rumah. Pilihannya pun jatuh pada kopi instan sasetan, hahaha...
Lama-lama ketika tahu fakta bahwa kopi instan saset itu hanya beraroma kopi dan bukan benar-benar terbuat dari kopi, maka saya mulai mencoba kopi hitam.
Perpindahan dari kopi saset ke kopi hitam itu juga dibarengi dengan kesadaran ingin mengurangi gula atau minum-minuman manis. Jadi seingat saya, saya langsung mencoba kopi hitam tanpa gula alias kopi pahit.
Apakah saya ga pernah minum kopi hitam manis sama sekali? Pernah dong, saya ga anti dengan yang manis. Waktu itu saya bikin aturan, weekdays saya minum kopi pahit, kopi manis hanya diminum saat weekend.
Tapi seiring dengan maraknya kopi kekinian dan kafe yang menjamur, saya mengubah aturan tentang kopi manis di weekend. Saya mulai mencoba berbagai kopi-kopi kekinian, lebih tepatnya kopi susu gula aren. Mulai harga yang murah sampai yang lumayan. Dari yang cuma berasa susu sampai yang berasa kopinya, hahaha...
Sampai kapan? Rasanya mulai bulan ini kok ada rasa jenuh dengan kopi-kopi kekinian. Jadi saya nggak mulai ngotot kudu beli kopi kekinian saat weekend, karena ternyata saya lebih bisa menikmati ngopi ketika di rumah, kopi pahit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar